Melalui Vidcon, Gubernur Sulbar Ikuti Rakor Pilkada Serentak

181 views

Jalurnusantara.com- Mamuju- Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar menghadiri rapat koordinasi analisa dan evaluasi (ANEV) pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 melalui video conference di ruang oval lantai III Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 23 Nopember 2020.

Rakor tersebut juga dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri RI, Prof. Tito Karnavian, Menkopolhukam, Mahfud MD, Ketua KPU RI, Arif Budiman, Ketua Bawaslu, Abhan

Menteri Dalam Negeri RI, Prof. Tito Karnavian menyampaikan, terdapat dua sumber anggaran yang telah mendukung kelancaran persiapan pemilihan kepala daerah secara serentak yaitu perjanjian hibah daerah, dimana dalam catatan Kemendagri untuk jajaran KPU dinilai sudah tuntas mencapai 100 persen

Mendagri juga menyampaikan apresiasi yang besar dan rasa terima kasih serta penghargaan yang tinggi ditujukan kepada setiap kepala daerah yang telah merealisasikan naskah perjanjian tersebut sehingga KPU dan Bawaslu dapat bekerja sesuai harapan bersama

“Kiranya setiap daerah baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten kota mengadakan rapat koordinasi yang bersifat teknis yang dihadiri dari unsur KPU, Bawaslu forkopimda dan unsur-unsur terkait sehingga semuanya diharapkan dapat betul-betul siap dalam menghadapi pemilihan kepala daerah secara serentak,” kata Tito

Menkopolhukam, Mahfud MD mengatakan, dalam waktu 12 hari kedepan , diharapkan seluruh stakeholder terkait tidak lengah dan terlena akan situasi, tetapi dalam mendekat waktu yang sudah tidak lama lagi diharapkan segala sesuatunya agar lebih kondusif

“Memasuki masa tenang pada 6, 7,8 Desember itu, harus benar-benar tenang dan alat peraga di tempat-tempat terbuka segera dibersihkan selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah distribusi logistik agar sampai dengan aman benar ar ke tempat yang ditentukan kiranya KPU dapat minta bantuan kepada TNI dan Polri agar dapat memastikan logis tersebut sampai dengan tepat waktu serta tepat,” kata Mahfud

Kepala KPU Republik Indonesia, Arief Budiman menyampaikan, pelaksanaan kampanye dan pemilihan kepala daerah dianggap tidak mengalami gangguan yang cukup besar, tetapi diperlukan kerjasama dari segala unsur dikarenakan di masa tenang ke depan seluruh atribut atribut kampanye yang selama ini menempel kiranya segera disterilkan sehingga , secara tidak terjadi lagi kegiatan- kegiatan kampanye sebagaimana yang telah dijadwalkan pada masa sebelum pemilihan, pada masa tersebut publik maupun pemilih diminta untuk merenungkan kembali apa yang sudah didengar dilihat dan dialami serta merasakan akan tujuan dari janji-janji kampanye.

Ketua Bawaslu RI, Abhan menyebutkan, pengawasan pemilu selama pelaksanaan pilkada secara online dan serentak tersebut dinilai memiliki kelemahan dimana terdapatnya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan masyarakat tercatat sebesar 1763, dilanjutkan 53 langkah yang telah dilakukan oleh pihak Bawaslu dan terdapat 1210 yang telah sesuai aturan

“Saya berharap kedepannya bisa dibentuk sebuah tim di tiap-tiap TPS untuk terus memperhatikan protokol kesehatan sesuai aturan atau standar yang telah diumumkan oleh pemerintah menertibkan alat peraga kampanye sesuai regulasi yang dinilai merupakan kewajiban untuk menerapkannya,” kata Abhan. (Humas Pemprov/ Cst)

Bagikan
No related post!

Tinggalkan pesan