KPID Sulbar Sambut Baik Ajakan Kemenag Sulbar, Garap Film Pendek

192 views

Jalurnusantara.com- Mamuju- Kanwil Kementrian Agama (Kemenag) Sulbar gandeng Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulbar dan Pemuda Lintas Agama garap Film Pendek “Siwali Parriq”.

Proses penggarapan Film Pendek tersebut dilakukan Desa Polongaan, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah.

Kakanwil Kemenag Sulbar yang diwakili Kasubag Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Sulbar, Muhammad Abidin, menyampaikan alasan desa Polongaan ini dijadikan sebagai ikon kerukunan berawal dari pemetaan, strategi wilayah dan rumah ibadah.

“Desa ini sangat berpotensi dimunculkan, karena telah memenuhi kriteria sebagai desa kerukunan umat beragama, termasuk didalamnya pola hubungan dan kekerabatan masyarakatnya sangat kuat.” Terang Abidin.

Lebih lanjut, berbagai akses informasi kata Abidin, baik dari warga Polongaan maupun masyarakat tetangga desa menilai bahwa masyarakat lintas agama didesa Polongaan memang sangat rukun.

“Disinilah moderasi beragama dan budaya itu tergambar jelas dan itu sangat berperan dalam menjamin masyarakat bebas menjalankan agamanya masing-masing, hal inipun terlihat dari warganya yang ramah, suka tolong menolong dan saling bantu”, ujarnya

Sementara itu, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Sulbar, Busrang Riandhy menilai, ini sebuah inovasi dan kreatifitas Sub Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Sulbar dengan melibatkan stakeholder, tokoh agama dan pemuda lintas agama.

“Sebuah kebanggan tersendiri bagi KPID Sulbar dilibatkan dalam penyusunan naskah, cerita hingga memantau langsung pembuatan film pendek. Salut buat pemain dan kru yang senantiasa mematuhi protokol Kesehatan dalam produksi film bertema memelihara kebersamaan dalam kerukunan umat beragama ini,” terang Busran.

Untuk diketahui, pengambilan gambar semuanya di wilayah desa polonggaan dengan layar belakang 4 rumah ibadah yakni Masjid Istiqomah, Gereja Toraja Mamasa, Gereja St. Mikail Tobadak dan Pura Sapta Kerti, serta tugu dan pintu gerbang Kawasan Kerukunan Umat Beragama. Sedangkan para pemeran utama dalam film ini adalah Sekertaris Desa Polongaan, tokoh agama, dan tokoh pemuda lintas agama.

Bagikan
No related post!

Tinggalkan pesan